Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2019-01-10 | Waktu : 18:55:12
GROUNDBREAKING KAMPUS IV UIN SU. MENAG : UIN SU HARUS MENJADI AGEN PERADABAN KEISLAMAN DUNIA

MEDAN (UIN SU)

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin didampingi oleh Direktur Jenderal  Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A, meresmikan awal pembangunan  tujuh gedung baru Kampus IV Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) di kawasan Desa Tuntungan II, Deli Serdang, ditandai dengan penekanan tombol sirine, pengadukan semen dan pasir bersama Rektor UIN SU Medan Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag. dan yang mewakili dari PT, Djasa Ubersakti – PT. Krakatau Enjineering JV sebagai  kontraktor pembangunan, Selasa (08/01/18).

Pembangunan tujuh gedung baru dan infrastruktur pendukungnya di atas lahan 16 hektar ini merupakan dana LOAN dari Islamic Development Bank (IsDB) yang masa kerja pembangunan fisiknya diperkirakan selama 15 bulan.

Menteri Agama RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan menjadi posisi yang sangat vital dan sentral dalam upaya membangun tingkat peradaban yang semakin baik. Untuk itu Menag berharap UIN SU mampu menjadi  agen peradaban keislaman dalam mewujudkan perguruan tinggi berkelas dunia.

“Disaat bangsa kita membangun peradaban dunia dan menjadi role model di dalam mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan islam maka peran perguruan tinggi , terutama UIN SU harus dapat menjadi agen perubahan keislaman”, kata Menag.

Oleh karena itu, Menag meminta UIN SU bisa bersinergi melakukan percepatan peningkatan SDM, kelembagaan dan tata kelola yang terbaik. “ Jika memungkinkan dapat menjadi peradaban Islam berkelas dunia dan mampu bersaing baik di dalam maupun di luan negeri”, lanjut Menag.

Menag Lukman Hakin Saifuddin menyebutkan, dalam empat tahun terakhir ini pemerintah sedang fokus dalam penguatan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Sedikitnya ada 58 PTKIN di Indonesia  yang terdiri dari 7 Sekolah Agama Islam Negeri (STAIN), 34 Institut Agama Islam (IAIN) dan 17 Universitas Islam Negeri (UIN).

Kemenag serius membenahi PTKIN, dari 58 PTKIN, tidak satupun yang tidak memiliki gedung baru. Semua memiliki gedung baru. Kita memang masih kurang sarana. Animo masyarakat sangat besar. Dan saat ini kita menduduki ranking pertama, sehingga perlu sarana dan pra sarana yang memadai. Kita berupaya menyediakan sarana prasarana,” sebutnya.

Menurutnya, dalam konteks Indonesia ada tiga ragam tingkatan pendidikan islam di Indonesia yang menjadi warisan pendahulu. Pertama, pondok pesantren yang paling orisinal dan tidak akan ditemui ditempat lain.

“Saat ini, ada sekitar 28.000an pondok pesantren di Indonesia. Ini data lama dan sekarang makin tumbuh. Pondok pesantren ini merupakan pendidikan dasar asli yang ada di Indoensia. Kedua, madrasah dengan berbagai ragam variasi. Ini pendidikan islam yang memiliki kontribusi yang luar biasa dalam memberikan pemahaman mayoritas bangsa ini,”sebutnya.

Ketiga lanjutnya, pendidikan tinggi. Perguruan Tinggi inilah yang menjadi terminal akhir dari proses mobilitas vertikal anak-anak santri yang setelah mengeyam di ponpes, madrasah yang luar biasa.

“Mereka perlu wadah untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kita focus penguatan sarana dan pra sarana. Kita ingin menghadirkan perguruan tinggi islam yang dari sisi sarana prasarananya, fasilitas dan wujud fisik infrastrukturnya mampu mengakomodasi generasi yang ingin memperdalam tentang islam. Karena ilmulah yang membuat kita semakin arif. Apalagi, kita role model sebagai muslim terbesar di dunia yang mengimplementasiskan nilai-nilai islam,”tuturnya.

Oleh karena itu, Menag mengingatkan kepada  semua pihak, termasuk kontraktor, agar sejak awal meniatkan bahwa pekerjaan ini tidak semata membangun fisik, tapi juga peradaban. 

"Setiap butiran batu semen yang kita olah untuk membangun itu harus sejak awal diniati bahwa setiap unsur dari bangun semata-mata agar nilai islam yang substansial senantiasa jadi acuan mayoritas agama islam. Kontraktor yang terlibat untuk benar-benar memasang niat bahwa kita tidak hanya sedang menuntaskan proyek semata tapi membangun peradaban dunia. Karena indonesia dilihat dunia,”ujarnya.

Dirjen Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan bersama Kementerian Agama membangun PTKIN, telah berhasil mengantarkan sejumlah PTKIN dalam sejumlah transformasi fundamental bahkan telah mengantarkan beberapa PTKIN menjadi PTKIN atau Perguruan Tinggi Indonesia kelas papan atas Indonesia, karena telah mendapatkan Akreditasi Kelembagaan.

“Oleh karena itu, bahwa kehadiran IsDB ini harus membawa transformasi fundamental, transformasi kearah peningkatan mutu dan kualitas yang salah satu indikatornya Akreditasi kelembagaan A. Oleh karena itu amanah kepada Rektor dan seluruh civitas akademika bahwa IsDB begitu selesai, otomatis Akreditasi kelembagaan UIN SU pada tahun 2020 harus A,” kata Dirjen.

Rektor UIN Medan, Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag., mengatakan pembangunan kampus IV UIN SU adalah sebagai upaya peningkatan mutu keluaran UIN SU dalam bentuk penyediaan sarana prasarana berkualitas dan memenuhi standar serta mengembangkan kurikulum Pendidikan Tinggi Islam yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kontemporer dengan didukung oleh tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualitas.

Selanjutnya Rektor UIN SU menyampaikan terimakasih atas kinerja semua pihak dalam rangka pembangunan 7 gedung di UIN SU. Rektor menargetkan pada Maret 2020, kampus sudah bisa digunakan dan akan ditempati empat fakultas, yakni Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Ketua PIU Dr. Phil Zainul Fuad didampingi Sekretaris PIU  (Project Implementing Unit) UIN SU Moraluddin Harahap menambahkan, tujuh gedung yang akan dibangun ini nantinya akan menampung sekitar 10.000 mahasiswa UINSU di 4 fakultas. Pembangunan yang mendapat bantuan dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar Rp 264 Miliar ini dikerjakan oleh PT Djasa Uber Sakti, dan PT Karakatau Engineering dari JV.. (YS /MS Humas)