Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-12-19 | Waktu : 15:31:10
115 Peserta Ikuti SKB CPNS UINSU

Medan, (UIN SU)
Sebanyak 115 peserta ujian mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) di aula utama Kampus II UIN SU Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Senin (17/12). Materi ujian meliputi psikotes, uji praktek kerja dan wawancara.

Rektor UIN SU, TGS. Prof. Dr. KH. Saidurrahman, M.Ag melalui Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi, Drs Syahruddin Siregar, MA menyampaikan, ratusan peserta ini nantinya akan menempati sebanyak 108 formasi di kampus Islam ini. Terdiri dari 105 formasi dosen dan 3 formasi fungsional tertentu. SKB ini merupakan lanjutan dari Seleki Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar pertengahan November lalu di Makodam I/BB dengan sistem ujian CAT (computer assist test).

"Hasil dari proses ujian di sana ditambah dengan aspek ranking, maka dari sekitar 572 peserta ujian menjadi 115 pada ujian tahap ini. Nantinya akan menempati 105 formasi dosen dan tiga formasi untuk fungsional tertentu. Ujian SKB ini terdiri dari tiga tahapan, meliputi psikotes, praktek kerja  untuk formasi dosen diuji teknik micro teaching sedangkan untuk fungsional lain yaitu praktik kerja dan terakhir ujian wawancara," jelasnya.

Ia menjelaskan, materi untuk psikotes dari panitia pusat di Jakarta yang diiikuti semua peserta di aula utama. Lalu dari siang hingga sore mengikuti tahap ujian praktik kerja untuk sebagian peserta. Sebagian lagi dilanjutkan pada Kamis (20/12) mendatang. Pada Selasa (18/12) tes wawancara dilakukan dengan materi meliputi wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan dan tentang kedisiplinan.

Ia menjelaskan, seleksi pegawai UIN SU ini akan lebih mementingkan aspek keindonesiaan calon pegawai. "Kita akan mencari calon dosen dan pegawai UIN-SU 2018 ini adalah yang punya wawasan kebangsaan, memahami makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai slogan berbangsa dan NKRI harga mati, Pancasilais dan memahami UUD 1945 sebagai instrumen pemersatu bangsa Indonesia," ungkapnya didampingi Kasubbag Humas dan Informasi, Yunni Salma, MM.

Ia menyebutkan, jika peserta lemah di aspek-aspek materi keindonesiaan dan keagamaan ini maka akan menjadi pertimbangan dalam penilaian. "Kalau ada calon yang kedapatan tidak menghormati Pancasila, tidak menghargai konsensus nasional sebagai landasan berbangsa bernegara tidak akan diluluskan. Berikutnya terkait wawasan keagamaan. Yaitu memahami Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, memahami Islam yang rabbulalamin dan tidak fanatik terhadap paham tertentu," lanjutnya.

Lanjutnya, hal ini berkaitan dengan misi UIN SU, untuk menjadi universitas yang unggul, tidak hanya di aspek keagamaan Islam tapi juga punya nilai keindonesiaan yang kuat. "Kita yakin, UIN SU yaitu tempat bagi orang-orang cerdas, Islamnya rahmatan lil alamin dan mengerti serta mengamalkan Pancasila sebagai landasan bernegara. Itu yang mau kita capai melalui penyeleksian ini," tukasnya.

Ia menjelaskan, untuk tahapan wawancara, mekanismenya telah diatur panitia pusat dan pelaksanaan menggunakan aplikasi tertentu. "Harapan kita, formasi tersedia ini dapat terpenuhi sesuai kebutuhan agama, bangsa dan negara serta visi misi kampus. Kita berharap, seleksi berjalan lancar dan kita mendapatkan calon pegawai terbaik khususnya dalam memajukan UIN SU yang lebih juara," tandasnya. (Humas)