Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-02 | Waktu : 20:18:31
LPMQ dan UIN SU Selenggarakan Pembinaan Pentashihan Mushaf AL-Qur’an

Medan (UIN SU)

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Prodi IAT Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN SU Medan menyelenggarakan Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an pada Senin (29/10) di gedung Aula kampus II UIN SU jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.  Kegiatan ini digelar dalam rangka mengenalkan profil Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, sebagai satu-satunya lembaga di Kementerian Agama yang bertugas menjaga kesahihan mushaf Al-Qur’an yang beredar di Indonesia.

Acara yang dihadiri lebih dari 200 orang peserta yang terdiri dari para tokoh-tokoh di bidang Al-Qur'an, ASN dan mahasiswa ini mengusung tema "Mengenal Mushaf AL-Qur'an Standar Indonesia".

Dalam sambutannya mewakili Rektor UIN SU, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Amroeni, M.Ag. merasa bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Lajnah karena telah memilih UIN SU sebagai tempat  diselengarakannya acara ini. "Kami merasa bersyukur dan bangga bahwa UIN SU terpilih sebagai patner LPMQ. Semoga kerjasama ini memberi manfaat bagi kita bersama untuk lebih mendalami Ilmu Al-Qur'an", kata Prof. Amroeni.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pentashihan, Deni Hudaeny AA menyampaikan materi terkait profil LPMQ dan materi tentang Mushaf Standar Indonesia. 

Terkait profil LPMQ, Deni Hudaeny menjelaskan bahwa Lajnah merupakan satu-satunya lembaga yang hanya ada di Kementerian Agama Pusat, tidak ada di Kanwil Propinsi, maupun Kankemenag Kabupaten/Kota. Salah satu tugasnya juga spesial, yaitu menjaga kesahihan mushaf Al-Qur’an yang diterbitkan di Indonesia. Para pegawainya juga mempunyai kualifikasi khusus, selain lulusan Perguruan Tinggi Islam, juga harus memiliki ijazah tahfiz Al-Qur’an.

Selanjutnya ia mengemukakan pentingnya mengenal Mushaf Standar Indonesia sebagai pedoman pentashihan dan penerbitan Al-Qur’an di Indonesia. Menurutnya, kebanyakan orang begitu mudah mengambil kesimpulan yang tidak tepat dan proporsional ketika melihat perbedaan antara mushaf Indonesia dengan mushaf Al-Qur’an terbitan luar negeri, semisal Mushaf Madinah terbitan Mujamma’ Malik Fahd. Perbedaan tersebut cenderung menempatkan mushaf Al-Qur’an terbitan Indonesia dianggap mengandung banyak penyimpangan, sementara Mushaf terbitan luar negeri dinilai lebih sahih.

Berangkat atas fenomena tersebut,  kata Deni Hudaeny kegiatan Pembinaan Pentashihan  Mushaf Al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat Islam tentang permushafan, khususnya bagi mahasiswa UIN SU sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat keragaman terbitan mushaf Al-Qur’an yang beredar di Indonesia.  

Ka.Prodi IAT FUSI Dr. Sugeng Wanto menyampaikan semoga dengan kegiatan ini akan melahirkan kaderisasi dan Prodi IAT baik dosen dan mahasiswa diharapkan dapat mensosialisakan program LPMQ ini. "Kami berharap ke depan akan muncul kader-kader dan duta-duta Al-Qur'an yang dapat menjelaskan tentang Mushaf-mushaf Al-Qur'anterkait Ulumul Qur'an dan semoga mahasiswa IAT FUSI UIN SU dapat lebih mendalami Al-Qur'an ", harap Dr. Sugeng. (YS Humas)