Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-11-02 | Waktu : 20:11:51
Bangun Pemuda Satukan Indonesia. UIN SU Gelar Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 90

Medan (UIN SU)

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara  (UIN SU) Medan  menggelar upacara bendera untuk peringati Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 di halaman kampus I UIN SU jalan IAIN Nomor 1 Medan, Senin (29/10)

Upacara diikuti seluruh ASN dan  perwakilan mahasiswa UIN SU.  Para mahasiswa bertindak sebagai petugas dalam pelaksanaan upacara yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Amroeni, M.Ag yang bertindak sebagai Inspektur upacara. 

Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 ini mengambil tema sentral "Bangun Pemuda Satukan Indonesia". Tema besar ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang mampu berkiprah pada zamannya, merawat kebhinekaan, dan tetap teguh mempertahankan NKRI.

Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor untuk terus membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini," demikian cuplikan pidato Menpora yang dibacakan langsung oleh Inspektur upacara.

Tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar Pesta Demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu Pemilihan Presiden dan wakil Presiden, serta DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota.  Untuk itu, peran  dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilihan Umum nanti, amat sangat dibutuhkan.  Hindari gesekan-gesekan yang melemahkan persatuan, pemuda harus mampu keluar dari jebakan primordialisme, pemuda harus bangkit terus dengan hal-hal positif dan kreatif, lanjut Prof. Amroeni.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapsitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat desdruktif mulai dari Hoax, Hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, gagasan, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia. Ayo, Bangun Pemuda Satukan Indonesia," demikian pesan akhir dari Menpora. (YS Humas)