Arsip Berita -> Berita

Berita

Tanggal : 2018-10-11 | Waktu : 20:52:15
DWP UIN SU Kreatif Sosialisasi dan Simulasi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi)

Medan, (UINSU)

Dharma Wanita Persatuan (DPW) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bersama DPW Kanwil Kemenag Sumut menggelar sosialisasi dan simulasi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) di Bazar UKK UKM Halal Food MTQN ke 27 tahun 2018 Jalan Willem Iskandar Medan, Rabu (10/10).

Kegiatan ini bertujuan mencegah dan mengantisipasi pola tindak korupsi yang dimulai dari pendidikan keluarga dengan peran penting istri atau perempuan. Pendidikan dalam bentuk sosialisasi anti-korupsi perlu bagi perempuan di Indonesia.

Pengurus DWP UIN SU, Yusra Dewi Siregar melalui Kasubbag Humas dan Informasi, Yunni Salma, MM menyampaikan, program ini merupakan kegiatan dan kampanye nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini juga merupakan bagian yang menyemarakkan MTQ Nasional ke-27 tahun 2018 di Sumatera Utara.  "Melalui MTQN 2018 ini, kita juga ingin mengkampanyekan gerakan perempuan anti-korupsi ini. Kita ketahui, bahwa korupsi merupakan masalah yang masih sering terjadi di negara ini," tukasnya.

Program ini menyasar para pengurus dan anggota DWP UINSU pada tahap awal ini. Kemudian diharapkan bisa terus dikembangkan dalam skala yang lebih luas hingga menyentuh masyarakat umum.

Ketua DWP UINSU, Dr Chuzaimah Batubara, MA. menyampaikan, program ini  merupakan upaya pencegahan tindak korupsi yang dimulai dengan pendekatan dan pendidikan keluarga. Dengan membentuk dan menanamkan bahwa korupsi merupakan suatu tindakan tidak terpuji dan merugikan banyak pihak. Perempuan yang punya peran penting bagi setiap keluarga tentu harus bisa menyebarkan semangat anti-korupsi minimal bagi anggota keluarga.

Dr Chuzaimah menyebutkan, program ini yang menyasar para perempuan  karena dinilai merupakan figur penting dalam penyaluran pendidikan anti-korupsi. "Program ini menyasar para ibu-ibu dan perempuan karena pertimbangan bahwa ibu-ibu dan perempuan masih dipandang sebagai figur sentral dalam upaya pendidikan anti-korupsi. Tentunya ini diawali dari lingkup keluarga," tandasnya.

 

Dijelaskan, kegiatan ini terdiri dari dua jenis kegiatan. Yaitu program pelatihan bagi para fasilitator dan program penyebaran informasi atau sosialisasi pengetahuan dan wawasan anti-korupsi.

Kegiatan sosialisasi SPAK ini selanjutnya juga melibatkan para mahasiswi UINSU dan mahasiswi dari perguruan tinggi lain di Medan sebagai peserta. Mahasiswa merupakan target penting yang juga bisa sebagai mitra dalam menyebarkan pendidikan anti-korupsi di masyarakat.

Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumut, Dra Nashrillah MG, MS bertindak sebagai fasilitator dan narasumber pada program ini. Diimbau kepada para kaum ibu dan masyarakat agar memanfaatkan program konseling dan kampanye anti-korupsi ini. Diketahui, program ini akan berlangsung selama pelaksanaan MTQ Nasional ke-27 Sumut 2018 di lokasi utama Astaka Jalan Willem Iskander. (amat humas)